TribunQQ

Tante Rossa Lepas Keperjakaanku


Tante Rossa Lepas Keperjakaanku

Full Video Pengalaman Sex Ku dengan Tante Rossa : 


Cerita pengalaman ku ini kualami sekitar 2 bulan yang lalu dan ini merupakan pertama kalinya aku berhubungan dengan seorang wanita. Lebih tepatnya aku berhubungan badan dengan seorang Janda, yang sudah ditinggal mati oleh suaminya sekitar beberapa tahun yang lalu, sebut saja tante Rossa.

Tante rossa saat ini baru berumur 29 tahun. Ia memiliki seorang anak perempuan yang baru memasuki sekolah SD kelas 2. Bisa di bilang tante Rossa ini dia keturunan cina, makanya asal dia sebenernya dari kalimantan, tapi dia juga sering ke Jakarta karena dia juga punya rumah disini. Di Jakarta dia juga punya keponakan, sebut saja Ricky yang kebetulan satu jurusan kuliah dan satu kost juga.

Aku dan Ricky memang sangat akrab, bisa di bilang sudah seperti saudara juga. Kami juga sering nongkrong bareng sering juga ngebahas cewe bareng tentang ukurang BH dan lain lain, hahaha. Memang terdengar jorok sih tapi ya gimana namanya juga cowok. Tapi sayangnya kita masi sama-sama perjaka.

Perkenalanku dengan tante Rossa pertama kali ketika Ricky mengajak tante Rossa untuk makan siang bersama-sama dengan ku juga, jadi kita berempat karena tante Rossa juga mengajak anaknya yang masih kelas 2 SD itu. Kebetulan kami sudah janjian di Mall Central Park Jakarta Barat, cukup terkenal untuk seukuran mall di Jakarta. Selang sekitar 30 menit kemudian akhirnya kita pun bertemu dengan tante Rossa.

Pertama kali aku lihat tante Rossa, rasanya aku tidak bisa melepas pandanganku dari pandangannya. Tubuhnya yang begitu sexy, dengan celana jeans pendek dan hanya memakai kaos singlet yang jelas lekukan payudaranya sangat jelas terlihat. Jujur aku sangat terangsang disitu, pikiran jorok ku hanya ada tante Rossa, tante Rossa, dan tante Rossa. Sungguh ia begitu menggairahkan. Ditambah lagi muka nakalnya yang bikin "Anu" ku terus berdiri. Ukuran tubuhnya tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 160cm, tapi dadanya itu sangat besar sekali. Kira-kira kalau dilihat dari luar mungkin ukuran BHnya sekitar 34C itupun masih terlihat agak sempit karena payudaranya yang begitu besar sampai luber-luber menyembul. Pantatnya yang bulat dan terlihat kencang, kulitnya yang mulus dan pastinya cina. Oh sungguh tante Rossa buatku gemetar, merinding sekali tubuhku karena parasnya. Jujur itu pertama kalinya aku merasa sangat teramat terangsang. Ingin sekali ku remas payudaranya yang besar itu dan pantatnya yang sangat amat bulat jelas terlihat meski memakai celana jeans pendek. Tapi disitu aku hanya bisa menahan nafsu ku.

Setelah itu, Ricky pun akhirnya memperkenalkan ku dengan tante Rossa, tangannya yang begitu putih, mulus dan lembut sekali. Kami pun berbincang-bincang dan menjadi sangat akrab ditambah lagi tante Rossa itu orangnya gaul banget, bisa di bilang kece lah masih jiwa muda.

Setelah selesai makan, kami pun di antar pulang ke kos oleh tante Rossa. Nyesel banget seharusnya aku minta terlebih dahulu nomer HP dia. Setelah hari itu, kita pun jadi sering bertemu karena tante Rossa sering mengajak kami untuk nongkrong bersama, kadang dia bawa anaknya, kadang juga ia sendiri, maklum lah namanya juga jiwa muda. Tante Rossa juga jadi sering menelponku hanya untuk berbincang-bincang malam sebelum tidur, bahkan ia lebih sering menelponku dibandingkan keponakannya si Ricky.

Tak terasa sudah berapa kali kita bertemu, dan akhirnya aku menjadi benar-benar dekat dengan tante Rossa. Tante Rossa pun sempat mengajaku untuk menginap ditempatnya. Awalnya aku menolak karena merasa tidak enak dengna Ricky, namun tante Rossa tetap memaksa seperti anak manja, akhirnya aku pun memutuskan untuk menginap di rumahnya. Jujur aku hanya pura-pura menolak sih meski sebenernya kepingin banget dari awal aku melihat payudaranya yang besar itu.


Malam itu, aku dan tante Rossa duduk di lantai teras rumahnya di lantai atas. Angin malam yang menyejukkan, dan suasana yang tenang. Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan jam 11 malam dan anaknya pun sudah tertidur pulas. Karena kita sudah semakin akrab, maka aku memberanikan diri untuk bertanya-tanya sesuatu yang 'nakal'.

"Tante sering merasa kesepian ga sih kalu malam-malam ga ada yang temenin tidur ?" candaku pada tante Rossa.

Tante Rossa tampak terdiam dan sedikit terkejut setelah mendengar pertanyaan ku yang sedikit 'nakal' ini sambil tertawa kecil. "Nakal juga kamu ya" jawabnya dengan senyum manja tante Rossa.

"Emang sih kesepian.. tapi mau gimana.. ga ada yang menghibur ..." lanjutnya dengan sedikit mengeluh.

"Aku bersedia menghibur tante kok, kalo emang tante butuh seseorang .. hehhe" candaku.

"Emangnya kamu bisa? kamu aja belum ada pengalaman, nanti yang ada malah tante kecewa,, hehehe" tanyanya sambil memancingku.

"iyaa... tapi setidaknya aku pernah liat dan tau cara-cara sama posisi-posisinya kok , hehehe" candaku dengan sedikit menantang.

"yuk masuk aja.. tambah dingin aja disini yaa" ajaknya dan mengubah topik. Dan akhirnya kami pun masuk kedalam karena memang cuaca yang sangat dingin ditambah lagi larutnya malam.

Didalam ruangan tamu kami bertatapan cukup lama tanpa ada sekata apapun diantara kami. Pikiran ku kembali 'nakal' dan semakin terangsang karena payudaranya yang hampir menempel ke dadaku karena kami bertatapan begitu dekat. Akhirnya tiba-tiba tante Rossa pun memegang kedua tanganku dan menariku ke sebuah kamar.

Aku langsung di dorong ke ranjang dan terduduk diatas ranjang yang lebar itu. Tante Rossa langsung aja mendatangiku, meloncat dan duduk diatas pahaku. Kedua tangannya memegang erat rambut belakangku. Tiba-tiba tatapan matanya berubah menjadi tatapan nafsu yang sangat besar.

"Tunjukin ke tante dong kalau kamu memang tau cara-caranya" candaan nakalnya yang membuatku begitu nafsu.

Setelah itu dengan buas aku langsung mencium bibirnya, tangannya yang memegang kepalaku bergerak-gerak dan menjabaku dengan erat. Lidahku masuk dan meraba-raba rongga mulutnyam giginya menggigir-gigit dan mengisap-isap lidahku seperti mau menelannya bulat-bulat. Tangan kananku memeluk erat-erat pada pinggangnya yang ramping itu, sampai buah dadanya itu terjeput diantara tubuh kami. Karena aku ingin merasakan kedua buah dadanya menempel didadaku. Begitu besar kurasakan, begitu empuk dan betapa dapat kurasakan kedua putingnya mengeras di dadaku.

Tangan kiriku semakin membandal. Kupegang kedua pantatnya dengat erat dan kumasukan tanganku ke dalam celananya dengan pukulan kecil tanganku ke arah pantatnya yang semok dan mulus itu. "ahhhhhh ... dasar anak nakal yahh kamu .." bisiknya ke kupingku dengan suaranya yang begitu nafsu. Kumasukan jari-jariku kedalam belahan kedua pantatnya. Dengan jari-jariku dapat kurasakan hangat sekitar lubang pantatnya itu. Aku bermain-main dengan jari-jariku dan aku gelitik-gelitik ulang duburnya itu dan terasa tubuhnya berkejut-kejut kegelian.

Setelah cukup lama kami dengan posisi itu, tante Rossa mulai berdiri dan membuka baju, celana dan CDnya. Kulihat pemandangan yang begitu menakjubkan ketika tante Rossa mengangkat kedua tangannya, dadanya yang besar itu ikut terangkat, lalu turun dan bergoyang-goyang. Aku tidak mau membunag kesempatan ini, maka kulepas juga semua pakaianku, sampai kiami benar-benar telanjang bulat. Aku terkejut ketika melihat bagian vaginanya yang harum serta bulu-bulu yang tidak begitu lebat, semakin membuatku terangsang hingga 'anu' ku sakit karena betapa tegangnya yang aku rasakan.

Kami tetap lanjutkan ciuman kami, semakin lama mulut kami semakin penuh dengan ludah kami yang telah tercampur begitu kental, begitu kental, begitu nikmat, dan begitu banyak sampai menetes keluar dari sela-sela mulut kami, dan sampai aku merasa seperti sedang meminum segelas air ludah kenikmatan bersama-sama tante Rossa. Hingga akhirnya aku membungkukann badan ku sedikit sehingga bibir kita terlepas dan hanya buah dadanya saja yang ada dihadapatku.

"Besar banget tantee .." ucapku spontan dan terlihat dia tertawa gembira.

Kubaringkan badanya ke ranjang, tante Rossa dibawah dan aku diatas menindihnya. Kusedot-sedot putingnya itu dan kugigit halus puting susunya yang sebelah kiri sambil ku remas-remas dadanya yang sebelah kanan. Betapa nikmatnya dan betapa beruntungnya aku bisa merasakan kedua buah dadanya yang begitu bulat, putih serta mulus ditambah lagi kenyalnya yang tidak bisa aku jelaskan dengan kata-kata dengan puting yang bewarna pink membuat ku semakin bersemangat untuk mengisap puting-putingnya itu.

"ahhhhh ... hebattt juga yahh kamu .. " desahnya sambil mengigit bibir bagian bawahnya yang terlihat semakin sexy.

Aku mencoba untuk memakan buah dadanya sebanyak mungkin. Rasanya aku ingin menelan semua dadanya. Kuremas, kujilat berkali-kali hingga air liur ku berjatuhan ke semua dadanya.

Setelah puas dengan bagian dadanya, aku mulai turun menciumi perutnya dengan tanganku tetap memegang kedua dadanya hingga akhirnya aku sampai di depan vaginanya yang ternyata sudah basah, aku mencium bau harum dan lembutnya vagina tante Rossa.

Tidak pakai lama, aku lansung menjilat vaginanya seperti sedang menjilat es krim, serta kumasukan lidahku ke lubang vaginanya dan kumain-mainkan lidahku didalam vagina tante Rossa. Rasanya seperti strowberry, begitu lembut sehingga susah buat ku untuk berhenti menjliat.

"ahh yahh teruss kayak gitu jilatnya.. enakkk masukin terus lidah kamu please jangan berhenti," mohon tante rossa dengan ku dengan wajah yang terlihat sedang begitu menikmati lidahku yang lihai ini.

Akhirnya setelah 15 menit ku jilati terus vaginya, tante Rossa meminta 'Anu' ku untuk dimasuki ke dalam lubang vaginanya yang hangat itu. Aku pun langsung menggesek-gesekkan 'anu'ku ke bibir-bibir vaginanya yang begitu basah. "ahhhhhh burung kamu enak bangettt sihhh" ucapnya dengan suara nakal yang terdengar olehku. Ga pakai basa basi, aku pun mencoba memberanikan diri untuk memasukan burungku yang sudah keras ini ke dalam vaginanya yang begitu pink.

"Ahhhh.... punya kamu gede juga yahhh, enak banget rasanya.... " dengan tatapan nafsu ke arah mukaku dan sedikit terkejut.

"iyaa .. maju mundur terus dongggg.. ahh iya begituu enakk " ucap nakalnya.

Semakin gerakan ku semakin kencang ia semakin terlihat menikmatinya dan terus mendesah begitu kencangnya dan suaranya yang halus itu membuat burungku semakin keras. akhirnyaa aku punn sudah tidak tahal lagi setelah kami bermain kurang lebih sekitar 30 menit. Burungku seperti ingin mengeluar sesuatu yang banyakk. Aku sunggu tidak tahan lagi ...

"ahhhh.... kamu crotin didalam aja yahh, tenang tante pake pil KB kok" ucapnya begitu melihat mukaku seperti yang sedang menahan spermaa ini. Mendengar hal itu aku sangat terkejut meski sebenernya sangat amat senangg. Tidak pakai lama, aku pun langsung mengeluarkan sperma ku ke dalam vaginya. Tidak tahu sebanyak apa, tapi aku merasa sepertinya vaginya hampir full dengan spermaku. Begitu keluarr spermaku, ia terlihat gemetar, seperti kejang-kejang yang ternyata dia juga sudah mencapai titik orgasme. Setelah burungku, ku keluarkan aku kaget ketika tante Rossa mengemut burungku seperti sedang mengemut permen.

"aku suka rasa sperma kalo udah kecampur sama vaginaku" ucap tante Rossa sambil terus mengemut burungku hingga tidak ada sperma yang tersisa. Setelah selesai kami pun sangat lelah, aku tidak sanggup lagi menahan mata ku dan badanku yang terasa sangat lelah. Akan tetapi, pengalaman sex ku dengan tante Rossa tidak akan pernah bisa kulupakan seumur hidup ku.

"Yuk, kita bobo yu udah malam juga, besok tante juga musti harus kerja soalnya" ucap tante Rossa sambil memeluk ku dengan erat seperti tidak mau melepasku. Akhirnya kita pun tertidur pulas dan sungguh ini pengalaman yang sangat luar biasa.