TribunQQ

Pengalaman Sex Ku Dengan Pembantu Baru


Nama saya Franky dan ini pengalaman sex ku dengan pembantu baruku yang hobi ngentot. Sebenernya aku ini sudah berkeluarga dan sudah mempunyai seorang anak perempuan yang masih kecil. Ini adalah anak pertama kalinya aku dikaruniai seorang anak bersama istriku. Setelah melahirkan seorang anak, istriku beserta anakku tinggal di rumah orangtuanya. Soalnya kita takut karena ini baru pertama kalinya kami memiliki anak dan yang pasti kita juga belum pengalaman untuk mengurus hati.

Selain itu juga, anakku ini cucu pertamanya mertua saya, jadi ga heran lah kalo mertua saya sayang banget sama cucu pertamanya. tadinya sayapun diperintah pindah kerumah orang tuanya tetapi saya tak mau karena saya paling risih kalau diperintah tinggal dirumah orang walaupun rumahnya besar kan lebih enak tinggal dirumah sendiri walaupun rumahnya agak kecil mau ngapain juga terserah & bebas.

Karena seringnya istriku jarang pulang sehingga saya lebih sering tinggal bersama pembantuku, segala keperluanku semuanya sudah diatur oleh pembantu. mulai dari menyiapkan makan, menyiapkan pakaianku untuk kekantor & segala-galanya disiapkan oleh ia, cuma satu yang ia tak bisa membantu yaitu tentang urusan seks. Tante Rossa Lepas Keperjakaanku

Malah pernah suatu kali saya lagi kepingin berat ternyata istriku lagi engga bisa pulang, karena hari itu ia benar benar cape sekali habis pulang kantor. & kalau begini urusanya pasti harus beonani ria lagi deh, maka cepat-cepat saya memutar VCD porno yang baru saya pinjam dari temanku di kantor, sambil menonton saya memainkan batang kemaluanku yang sudah menegang, tetapi sampai tanganku pegal saya belum orgasme juga, maka saya pindah kekamar tidurku & melepaskan semua pakaian yang melekat di badanku hingga saya benar-benar polos alias bugil.

Awal Mula Pengalaman Sex Ku Dengan Pembantu Baru

Pengalaman Sex Ku Dengan Pembantu Baru

Saya tak sadar kalau pintu kamarku tak tertutup rapat engga tahunya pembantuku itu rupanya dari tadi mengintippi aku, memang biasanya kalau saya lagi onani atau saya lagi bermain sama istriku, pembantuku saya suruh jangan masuk keruang keluarga, rupanya ia jadi curiga lagi apa saya disana & rupanya ia sering mengintipi saya tanpa saya sadari. Oh iya nama pembantu ku ini Siti, bisa di bilang dia kembang desa di tempatnya, ga heran kalo dia emang cantik banget.

Ngomong-ngomong pembantuku orangnya cantik, kalo di liat-liat sih dia ga cocok jadi pembantu, cocoknya yah dijadiin selingkuhan gitu. Badannya langsing, rambutnya sebahu, kulitnya putih bersih, umurnya baru 19 tahu lagi. Soal status sih dia dulu pernah dipaksa kawin oleh orangtuanya, tapi denger-denger baru 5 hari kawin dia langsung kabur dari rumah suaminya terus langsung ke Jakarta untuk cari kerjaan.

Saya juga baru sadar kalau pembantuku itu ngintipin saya sambil masturbasi juga soalnya keliatan dari roknya diangkat keatas gak pake kolor lagi. Jari tangan kanannya di masukan kedalam vaginanya, matanya sambil merem melek & tanpa disengaja rupanya ia telah mendorong pintu kamarku yang memang engga tertutup rapat saya kaget setengah mati karena tau-tau ia sudah berdiri didepan kamar sambil masturbasi & ia juga engga kalah kagetnya karena ketahuan ngintipin saya, maka ia langsung bilang,

"maaf pak tadi saya engga sengaja menyentuh pintu kamar Bapak, tadi saya lagi mau nyapuin lantai." kata Pembantuku.

"Oh, yauda gpp kok. Ngomong-ngomong kenapa dari tadi kamu pegangin vagina kamu terus ??" tanyaku. Sepertinya memang dia ga sadar kalau roknya masih terangkat ke atas ditambah lagi ga pake CD lantas dengan jelas saya bisa liat vaginya yang bisa di bilang indah apalagi bulu-bulunya masih halus banget kayak baru-baru tumbuh gitu.

"Itu pak.. anu.. ga kenapa-kenapa pak" sambil buru-buru ia menutupi dengan roknya dan akupun dengan gerakan reflek menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang masih telanjang ini.

"Siti sini mending kamu pijitin saya aja, badan saya agak ga enak nih" kataku sambil pura-pura ganti pembicaraan. Sambil ragu ragu akhirnya dia menghampiri saya dan dia juga mulai memijat badanku yang pegel ini. Serentak itu pun langsung To The Point kepada saya.

"Pak, tadi bapak lagi ngapain tadi, kok tidak pakai baju sama sekali pak ?" tanya Siti.

"oh ... tadi itu saya lagi pakai obat biar tetap kuat," jawabku sambil kebingungan sebenernya.

"Memangnya kalau engga pakai obat, gampang lemes pak?" tanya Siti lagi. Akupun serentak langsung menjawab "enak aja kamu, emangnya kamu mau coba sini?" kataku lagi. "Terus tadi kamu sendiri ngapain nyapu sambil pegang-pegang vagina? dimasuk-masukin lagi.." tanyaku sambil memancing.

“Ah.. ennga pak, ini ini vagina saya dari pagi gatal terus maunya di pegang-pegang aja" jawab pembantuku.

"Coba sini saya periksa jangan -jangan kamu terkena penyakit lagi,…" sebernya saya udah terlanjut sange.

"Ah jangan pak, saya malu biar saya garuk sendiri aja, tetapi ngomong-ngomong Bapak juga lagi ngapain, ko telanjang sendirian?…." penasarannya Siti.

"Ah, Engga, saya juga dari pagi lagi gatal nih,…" alasanku.

"Ibu engga datang ya pak???…" tanya Siti.

"Engga ibu kecapean kali abis dikantornya lagi banyak kerjaan," jawabku, sebenernya seneng sih karena suasanya semakin memanas nih.

"Pak, kalau saya garukin mau ngak pak," terus terang pembantu sangat membuat saya terkejut.

Lantas saya pun bilang "Ia sini garukin saya, tetapi pelan-pelan ya,.."

Tanpa buang waktu & diperintah lagi ia langsung membalikan badan & ia naik diatas badanku serta dimasukannya batang kemaluanku kedalam vaginanya yang sudah basah akibat lendir kenikmatan "Aaaahhhhhh…. haaayyooo pakkkk masukin biar dalam pak terus paaaakkk dorooooong pak dari bawah ini musti masuk semua kedalam vagina saya paaakkkk jangaaaan disisain paaakkkkk…"

"Ayo dong pak… dorong yang kencang, jangan ngelamun terus, ayooo aaaahhhhhh saaayaaa sudah engggaa tahaaan niiihhhh aaahhhh….sssshhhhhh….aaaahhhh saayaaa sudah mau keluar nihhh…. ini pak, susu saya juga di isepin dongggg…." bisik Siti dengan nakal.

"Iaaa.. terruuusss paaakkk dorong lagi yang kencang, aahhhhh…ssshhhh… saayaaaa sudah ennga tahaaan nih…." Tiba-tiba saya mencabut batang kemaluanku dari vaginanya. "Kenapa dicabut pak? ayokkk dong pakkkk, masukin lagiii aku butuh kontol bapak..." terlihat muka Siti sange banget.

"saya mau pakai kondom dulu, soalnya saya takut nanti kamu hamil…" jaga-jaga takutnya nanti dia hamil.

"iya pakk... cepett yahh pak aku udah enggak tahan lagi nih pak, mau keluarr juga sayaa..." kata Siti.

Sesudah memakai kondom maka akupun memasukan kembali batang kemaluanku kedalam vaginanya.

"Ahhhhhhh..... pakkkk... iyaa pak dorongg terusss.. kontolnya gede banget pakkkk, enak banget pakk... dorong terus pak please jangan berenti pak, bikin saya keluarr pakkk ... " ucap Siti dengan muka sangenya itu.

Jujur saya lebih sanget kalau lagi gaya doggy style, akhirnya ga pake lama aku suruh dia buat nungging.

"Jangan pak, saya masih trauma..." kata Siti yang masih trauma itu.

"engga.. tenang aja saya ga akan masukin ke lubang pantat kamu kok," jawabku sambil merayu.

Akhirnya siti pun menungging dan saya dengan cepat memasukan batangku ini ke dalam hangatnya vagina Siti. Sungguh nikmat posisi Dogystyle. Tidak pakai lama akhirnyaaa sitipun terlihatt gemetar dan mengeluarkan lendir dari vaginanya. 

"ahhhh pakkkk sayaaaa udah keluar pakk.. enak banget pak" sebenernya saya juga udah keluar sih "sama Siti saya juga udah keluar nih. kenapa ga dari kemarin-kemarin saja kita melakukan ini kalau lagi ga ada ibu di rumah ya?"

"jujur saya malu pak, takutnya dikira lancang yang ada nanti saya di pecat," kata Siti.

Semenjak saat itu kami jadi sering berhubungan badan dan beruntungnya diriku yang punya pembantu seperti Siti. Kira-kira seperti itulah pengalaman sex ku dengan pembantu baru ku si Siti yang nakal ini.

Baca juga berita-berita terpecaya dan terupdate hanya di LiputanKompas.